<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sarasehan &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://xitalho.jogloabang.com/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://xitalho.jogloabang.com</link>
	<description>Saling Asah Asih Asuh</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jun 2010 16:49:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sambung Rasa</title>
		<link>http://xitalho.jogloabang.com/2009/10/05/sambung-rasa/</link>
		<comments>http://xitalho.jogloabang.com/2009/10/05/sambung-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 06:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xitalho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xitalho.jogloabang.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Tali rasa sudah terinstal di dalam diri manusia sejak kehadirannya di alam kandungan. Ada seutas tali yang menghubungkan antara si jabang calon bayi dengan rahim ibunya diperantarai oleh seonggok plasenta. Kemudian pd perkembangannya ketika bayi telah dilahirkan, maka jaman atau alam telah berganti dan berganti pula jalinan hubungan antara anak dan ibunya. Tidak sedekat dulu&#8230;tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tali rasa sudah terinstal di dalam diri manusia sejak kehadirannya di alam kandungan. Ada seutas tali yang menghubungkan antara si jabang calon bayi dengan rahim ibunya diperantarai oleh seonggok plasenta. Kemudian pd perkembangannya ketika bayi telah dilahirkan, maka jaman atau alam telah berganti dan berganti pula jalinan hubungan antara anak dan ibunya. Tidak sedekat dulu&#8230;tidak semesra dulu, namun jalinan itu masih berbekas mesra ketika si bayi masih berusia balita. Selanjutnya kualitas jalinan rasa itu mengalami pasang-surut dan berbeda-beda antara pribadi satu dan lainnya.</p>
<p>Kehidupan telah digelar&#8230;. alam dunia adalah bak medan laga bagi setiap makhluk. Perburuan, pencarian, penghormatan, penistaan terhadap masing-masing setiap sat bisa saja terjadi. kepuasan bergumul dalam tarung bebas dengan kekecewaan karena setiap pribadi memilikki keyakinan dan pendapat masing-masing. Bahkan sering kita dengar cerita seorang anak yang mendurhakai ibu-bapanya, memusuhi saudaranya sendiri, mengkhianati suku bangsanya demi sebuah keyakinan dan ego&#8230;.. Di sinilah Tuhan memahami betapa lemahnya makhluk yg bernama manusia ini dalam mempertahankan jalinan tali rasa yang secara fisik telah raib, diciptakan rambu-rambu&#8230;. baik internal atau yang eksternal.</p>
<p>RASA PANGRASA<br />
Manusia tidak ada yang tiba-tiba <em>mak bedundhuk</em> muncul ke dunia&#8230; semua muncul melalui proses perkembang-biakan yang sudah ditentukan. Artinya jika setiap diri kita dirunut ke belakang tanpa hitungan kemungkinan akan sampailah kita pada manusia awal yang dipergunakan oleh Tuhan untuk memperbanyak manusia. Dus, berarti semua manusia adalah saudara menurut kodratnya perkembang-biakannya&#8230;..!! (logika culun saya koq begitu&#8230;.).</p>
<p>Kemudian jika merujuk akan proses peniupan ruh maka sesungguhnya setiap insan mempunyai asal muasal yang sama &#8230; yaitu berasal dari Yang Maha Meniupkan Ruh.</p>
<p>Sebentar &#8230;. saya sebetulnya hanya ingin cuma merefresh ingatan kita saja bahwa mereka yang tengah ditimpa musibah bencana baik di Aceh, Jogja, Jambi, Tasikmalaya maupun Sumatera Barat (yang baru-baru ini) adalah saudara-saudara kita juga.</p>
<p>Mari bergandeng tangan singsingkan lengan baju membantu sesuai dengan kemampuan kita demi meringankan mereka. Hidupkan kaitkan Talirasa&#8230; hidupkan sambung rasa dalam diri masing-masing kita. Hari ini mereka&#8230;. bisa jadi esok giliran kita&#8230; <em>Wallahu&#8217;alam bishawab&#8230;</em><br />
Semoga mereka yang ditimpa musibah diberi kesabaran dan diampuni segala dosanya. Amien&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xitalho.jogloabang.com/2009/10/05/sambung-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Jati Diri Bangsa, dari lingkup Keluarga.</title>
		<link>http://xitalho.jogloabang.com/2009/08/02/mengembalikan-jati-diri-bangsa-dari-lingkup-keluarga/</link>
		<comments>http://xitalho.jogloabang.com/2009/08/02/mengembalikan-jati-diri-bangsa-dari-lingkup-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 06:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xitalho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Joglo Abang]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Mengembalikan Jati Diri Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xitalho.jogloabang.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Jati Diri Bangsa adalah kandungan terdalam yang semestinya manunggal dalam jiwa tiap-tiap anak bangsa, sulitkah untuk mengembalikannya? 
Sebuah pertanyaan yang tidak gampang untuk dijawab&#8230;. perlu komitmen bersama seluruh komponen bangsa. Tidak semua lapisan strata komponen bangsa ini yang menyadari adanya erosi moral bangsa ini. Sejatinya Jati Diri Bangsa ini hidup di wilayah moral dan jiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://xitalho.jogloabang.com/2009/08/02/mengembalikan-jati-diri-bangsa-dari-lingkup-keluarga/">Jati Diri Bangsa </a>adalah kandungan terdalam yang semestinya manunggal dalam jiwa tiap-tiap anak bangsa, sulitkah untuk mengembalikannya? </p>
<p>Sebuah pertanyaan yang tidak gampang untuk dijawab&#8230;. perlu komitmen bersama seluruh komponen bangsa. Tidak semua lapisan strata komponen bangsa ini yang menyadari adanya erosi moral bangsa ini. Sejatinya <a href="http://xitalho.jogloabang.com/2009/08/02/mengembalikan-jati-diri-bangsa-dari-lingkup-keluarga/">Jati Diri Bangsa</a> ini hidup di wilayah moral dan jiwa manusia, yang mestinya terwujud dalam sikap dan budi pekerti yang mengkristal menjadi budaya. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Tentunya semua bagian bangsa ini ikut bertanggung jawab, walaupun kalau boleh saya sebut, utamanya adalah peran Pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan resmi negara. Namun apapun usaha pemerintah maupun lembaga-lembaga keagamaan tersebut akan hal ini, tidak akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan jika tidak mengena pada obyek-obyek yang akan dirubahnya.<br />
Tidak ada jalan pintas untuk serta merta mengembalikannya, perlu usaha yang terencana dan berkesinambungan. Pendidikan moral yang tidak hanya tekstual dan hanya berkutat di bangku sekolah saja, namun yang nyata dan menyentuh sampai ke lingkungan terendah dalam strata masyarakat bangsa ini. Jika bicara lapisan terendah dalam masyarakat maka sangatlah penting peranan orang tua dalam menanamkan pendidikan moral ini. Diharapkan para <a href="http://inginnya.blogspot.com/2009/05/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">orang tua</a> tidak hanya mendiktekan dan mencekoki anak-anaknya untuk menjadi pribadi bermoral, namun mereka sendiri tidak bisa memberi contoh dan masa bodoh akan perkembangan pribadi anak-anaknya. </p>
<p>Begitu penting dan signifikan peran keluarga dalam membentuk pribadi generasi mendatang bangsa ini, untuk itu mungkin tatanan dan cara sosialisasinya yang perlu dirubah atau ditambahkan dengan mengikut sertakan para orang tua juga sebagai obyek-obyek yang perlu dididik (disadarkan) akan perannya.</p>
<p>Saya hanya mengapresiasi dan tergelitik untuk ikut mangayubagya atas kontes yang diadakan oleh <a href="http://beritajitu.com/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=791:tentang-beritajitucom-dan-seo-contest-nya&#038;catid=56:event">BeritaJitu.com</a>. Harapannya output event ini adalah <a href="http://inginnya.blogspot.com/2009/05/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">postingan-postingan</a> yang bermutu untuk menggugah dan sarat dengan makna yang seharusnya dimunculkan sehingga menyentuh kesadaran bersama bahwa  kondisi mental bangsa ini tengah berada di wilayah kritis akibat pengaruh (buruk) dari luar yang tidak sesuai dengan pola pikir dan cara hidup bangsa ini. Bukannya hanya melulu berkutat pada strategi dan jurus-jurus SEO, yang penting judulnya &#8220;<a href="http://xitalho.jogloabang.com/2009/08/02/mengembalikan-jati-diri-bangsa-dari-lingkup-keluarga/">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a>&#8220;. </p>
<p>Demikian  dan mohon maaf jika ada tulisan saya yang kurang berkenan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xitalho.jogloabang.com/2009/08/02/mengembalikan-jati-diri-bangsa-dari-lingkup-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lelo-lelo</title>
		<link>http://xitalho.jogloabang.com/2009/06/09/lelo-lelo/</link>
		<comments>http://xitalho.jogloabang.com/2009/06/09/lelo-lelo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 02:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xitalho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://xitalho.jogloabang.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
Tak lelo-lelo lelo ledhung,
cup menengo anakku sing bagus,
yen nangis ndak ilang baguse,
Tak gadhang iso urip mulyo,
dadiyo prio sing utomo.
Ngluhurke asmane wong tuo,
dadiyo pendekaring bangsa.
Wis cup menengo anakku,
kae bulane ndadari,
koyo buto nggegilani,
lagi nggoleki cah nangis.
Tak lelo-lelo lelo ledhung,
cup meneng ojo pijer nangis,
tak emban nganggo jarit kawung,
yen nangis mundhak ibu bingung.
Tembang yang sering didendangkan ibu-ibu di pedesaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: left;"><strong><em>Tak lelo-lelo lelo ledhung,<br />
cup menengo anakku sing bagus,<br />
yen nangis ndak ilang baguse,<br />
Tak gadhang iso urip mulyo,<br />
dadiyo prio sing utomo.<br />
Ngluhurke asmane wong tuo,<br />
dadiyo pendekaring bangsa.<br />
Wis cup menengo anakku,<br />
kae bulane ndadari,<br />
koyo buto nggegilani,<br />
lagi nggoleki cah nangis.<br />
Tak lelo-lelo lelo ledhung,<br />
cup meneng ojo pijer nangis,<br />
tak emban nganggo jarit kawung,<br />
yen nangis mundhak ibu bingung.</em></strong></p></blockquote>
<p>Tembang yang sering didendangkan ibu-ibu di pedesaan pada saat menina-bobokan buah hatinya.</p>
<p style="text-align: left;">Lamat-lamat ingatan ku mengembara ke masa kecil, saat aku <em>dilelo-lelo </em>sama ibuku. Mungkin itulah masa-masa terindah dalam hidupku.. Ya! Mungkin.. karena sedikit sekali moment yang terekam di dalam memoryku saat-saat balitaku. Bahkan seakan-akan aku tidak pernah melewati masa itu hahaha.. <br />Kata orang aku manja&#8230; kata orang aku nakal&#8230; kata orang aku paling suka main diselokan .. kata orang waktu aku kecil, ibuku sangat sayang padaku dan sangat sabar dengan ulahku&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Aah&#8230; aku sih yakin banget orang-orang itu tidak bohong .. hehehe. Karena aku juga masih punya kenangan masa-masa aku di Sekolah Dasar   betapa ibuku tidak pernah  marah apalagi memukulku. Kalaupun beliau marah ,  ibuku mengubahnya dengan nasehat&#8230; dan jika memang amarah itu diluar kendalinya, ibuku <strong>tetap menahannya</strong> dan diubahnya menjadi genangan air mata. Begitu nampak ringkih dan cengengnya ibuku&#8230; tapi di mataku itu semua menunjukkan betapa kuatnya beliau.</p>
<p style="text-align: left;">Aah&#8230;  aku jadi kangen ibuku.<br />
Mari kita berdoa untuk ibu kita masing-masing (saat ini juga..!)<br />
Bagi yang ibunya masih hidup, semoga beliau selalu sehat dan diberi kebahagian, bagi yang sudah meninggal, semoga diberi tempat yang mulia di sisi Tuhan, diterima segala amal bhakti dan diampuni segala khilaf dosa selama hidupnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://xitalho.jogloabang.com/2009/06/09/lelo-lelo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
