Tali rasa sudah terinstal di dalam diri manusia sejak kehadirannya di alam kandungan. Ada seutas tali yang menghubungkan antara si jabang calon bayi dengan rahim ibunya diperantarai oleh seonggok plasenta. Kemudian pd perkembangannya ketika bayi telah dilahirkan, maka jaman atau alam telah berganti dan berganti pula jalinan hubungan antara anak dan ibunya. Tidak sedekat dulu…tidak semesra dulu, namun jalinan itu masih berbekas mesra ketika si bayi masih berusia balita. Selanjutnya kualitas jalinan rasa itu mengalami pasang-surut dan berbeda-beda antara pribadi satu dan lainnya.
Kehidupan telah digelar…. alam dunia adalah bak medan laga bagi setiap makhluk. Perburuan, pencarian, penghormatan, penistaan terhadap masing-masing setiap sat bisa saja terjadi. kepuasan bergumul dalam tarung bebas dengan kekecewaan karena setiap pribadi memilikki keyakinan dan pendapat masing-masing. Bahkan sering kita dengar cerita seorang anak yang mendurhakai ibu-bapanya, memusuhi saudaranya sendiri, mengkhianati suku bangsanya demi sebuah keyakinan dan ego….. Di sinilah Tuhan memahami betapa lemahnya makhluk yg bernama manusia ini dalam mempertahankan jalinan tali rasa yang secara fisik telah raib, diciptakan rambu-rambu…. baik internal atau yang eksternal.
RASA PANGRASA
Manusia tidak ada yang tiba-tiba mak bedundhuk muncul ke dunia… semua muncul melalui proses perkembang-biakan yang sudah ditentukan. Artinya jika setiap diri kita dirunut ke belakang tanpa hitungan kemungkinan akan sampailah kita pada manusia awal yang dipergunakan oleh Tuhan untuk memperbanyak manusia. Dus, berarti semua manusia adalah saudara menurut kodratnya perkembang-biakannya…..!! (logika culun saya koq begitu….).
Kemudian jika merujuk akan proses peniupan ruh maka sesungguhnya setiap insan mempunyai asal muasal yang sama … yaitu berasal dari Yang Maha Meniupkan Ruh.
Sebentar …. saya sebetulnya hanya ingin cuma merefresh ingatan kita saja bahwa mereka yang tengah ditimpa musibah bencana baik di Aceh, Jogja, Jambi, Tasikmalaya maupun Sumatera Barat (yang baru-baru ini) adalah saudara-saudara kita juga.
Mari bergandeng tangan singsingkan lengan baju membantu sesuai dengan kemampuan kita demi meringankan mereka. Hidupkan kaitkan Talirasa… hidupkan sambung rasa dalam diri masing-masing kita. Hari ini mereka…. bisa jadi esok giliran kita… Wallahu’alam bishawab…
Semoga mereka yang ditimpa musibah diberi kesabaran dan diampuni segala dosanya. Amien…
amien, sebagai saudara pantaslah untuk mendoakan dan memberikan tali ikatan kasih kepada mereka..
[Reply]
xitalho Reply:
October 5th, 2009 at 10:06 am
Amien …. mari mas sama-sama kita berdoa untuk mereka….
[Reply]
begitulah yang namanya bersaudara, bersama dalam suka dan duka. saling membantu dan menyamangati, saling mendoakan. mohon maaf lahir batin ya kang, salam untuk keluarga
[Reply]
xitalho Reply:
October 5th, 2009 at 10:01 am
Iya mbak…, Sama-sama ya.. "Mohon Maaf Lahir Bathin" juga dari keluarga saya.
trim's
[Reply]
amin…semoga persahabatan tidak akian pudar
http://blog.annosmile.com/teri.....ng-tertu...
[Reply]
sarasehan Reply:
October 17th, 2009 at 2:06 pm
amin…..
[Reply]
semoga kita menjadi sahabat dunia dan akherat..!
[Reply]
sarasehan Reply:
October 17th, 2009 at 2:07 pm
amin om… semoga tetap terjalin….
[Reply]
walah walah jian menyentuh tenin kie kapan giliran sampean hahahaha
aku keri keri wae mas hahahahahaha
[Reply]
sarasehan Reply:
October 19th, 2009 at 8:26 am
Giliran opo kih..?? nek biso yo ojo giliran bencana… hahahaha…
[Reply]
Apik tenan Kang. Sambung rasa, sambung tali silaturahim yang akan menjadikan Indonesia kokoh dan tidak dapat digoyang, baik oleh bencana maupun oleh ulah negara tetangga.
[Reply]
mantab tenan kang, semoga silatuhrami akan terjalin selamanya amin
[Reply]
admin Reply:
March 24th, 2010 at 12:41 pm
amin…
[Reply]
langsung pada bagian terakhir…
AMIIEEENNN….
Andy MSE“s last blog ..Gambas
[Reply]
admin Reply:
March 30th, 2010 at 8:35 am
Seep pakde…. suwun.
[Reply]