Jati Diri Bangsa adalah kandungan terdalam yang semestinya manunggal dalam jiwa tiap-tiap anak bangsa, sulitkah untuk mengembalikannya?
Sebuah pertanyaan yang tidak gampang untuk dijawab…. perlu komitmen bersama seluruh komponen bangsa. Tidak semua lapisan strata komponen bangsa ini yang menyadari adanya erosi moral bangsa ini. Sejatinya Jati Diri Bangsa ini hidup di wilayah moral dan jiwa manusia, yang mestinya terwujud dalam sikap dan budi pekerti yang mengkristal menjadi budaya. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Tentunya semua bagian bangsa ini ikut bertanggung jawab, walaupun kalau boleh saya sebut, utamanya adalah peran Pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan resmi negara. Namun apapun usaha pemerintah maupun lembaga-lembaga keagamaan tersebut akan hal ini, tidak akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan jika tidak mengena pada obyek-obyek yang akan dirubahnya.
Tidak ada jalan pintas untuk serta merta mengembalikannya, perlu usaha yang terencana dan berkesinambungan. Pendidikan moral yang tidak hanya tekstual dan hanya berkutat di bangku sekolah saja, namun yang nyata dan menyentuh sampai ke lingkungan terendah dalam strata masyarakat bangsa ini. Jika bicara lapisan terendah dalam masyarakat maka sangatlah penting peranan orang tua dalam menanamkan pendidikan moral ini. Diharapkan para orang tua tidak hanya mendiktekan dan mencekoki anak-anaknya untuk menjadi pribadi bermoral, namun mereka sendiri tidak bisa memberi contoh dan masa bodoh akan perkembangan pribadi anak-anaknya.
Begitu penting dan signifikan peran keluarga dalam membentuk pribadi generasi mendatang bangsa ini, untuk itu mungkin tatanan dan cara sosialisasinya yang perlu dirubah atau ditambahkan dengan mengikut sertakan para orang tua juga sebagai obyek-obyek yang perlu dididik (disadarkan) akan perannya.
Saya hanya mengapresiasi dan tergelitik untuk ikut mangayubagya atas kontes yang diadakan oleh BeritaJitu.com. Harapannya output event ini adalah postingan-postingan yang bermutu untuk menggugah dan sarat dengan makna yang seharusnya dimunculkan sehingga menyentuh kesadaran bersama bahwa kondisi mental bangsa ini tengah berada di wilayah kritis akibat pengaruh (buruk) dari luar yang tidak sesuai dengan pola pikir dan cara hidup bangsa ini. Bukannya hanya melulu berkutat pada strategi dan jurus-jurus SEO, yang penting judulnya “Mengembalikan Jati Diri Bangsa“.
Demikian dan mohon maaf jika ada tulisan saya yang kurang berkenan.
yaaa gini hloooo… isinya ok banget…
bukan sekedar nembak keyword biar di index google tapi isinya gak mutu…
lanjut trus Kang…
[Reply]
xitalho Reply:
August 2nd, 2009 at 8:17 am
Hahaha.. lagi belajar mosting koyo sampaeyan mas…
[Reply]
Arep tak balekke piye to kang! Lha wong aku wes rak nduwe jatidiri… haks
[Reply]
Jati diri bangsa ini paling tidak bisa kita gali dan kembangkan melalui nilai-nilai Kejujuran, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerja Sama, Adil, dan Peduli dan bener itu gak usah jauh-jauh, tapi yang utama justru lewat keluarga, anak-sitri/suami kita di rumah.
mantaaap kang!!! salud
[Reply]
Mari kita jaga jati diri bangsa mulai dari diri sendiri
[Reply]
Mengembalikan jati diri bangsa di mulai dari memperbaiki diri sendiri
[Reply]
kembalikan….
[Reply]
Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
[Reply]
keluarga dan lingkungan sekitar kita hidup turut berpartisifasi penuh dalam pembuatan karakter pribadi seseorang, jadi selain menyadarkan orang tua sebagai obyek pendidik, kita (atau lebih tepatnya mungkin pemerintah) juga harus bisa membuat lingkungan tempat kita hidup ini aman, nyaman, dan damai. karena pasti hasilnya pun akan positif bagi pribadi yang berada di lingkungan tersebut.
jati diri bangsa kita akhir-akhir ini seakan terinjak-injak negeri sebrang, jadi apa yang harus kita lakukan untuk bisa mengembalikkan dan atau bahkan bisa meningkatkan jati diri bangsa ini di mata dunia
[Reply]
mengembalikan jatidiri bangsa harus berbenah dari diri pribadi kita dulu
[Reply]
Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan
[Reply]
Terselip khilaf dalam candaku,
[Reply]
assalamu’alaikum,wr,wb,,
keindadahan dlaam hidup ,hanya bisa di koleksi dulu diri pribadi,,,,,,,,,,?
[Reply]