Berawal dari obrolan di Yahoo Messenger dengan Ki Demang Jogloabang, yang mengabarkan bahwa di Solo (Surakarta) akan diadakan hajatan temu blogger yang diberi nama S.O.L.O (Sharing Online Lan Offline), dan atas undangan beliau maka jauh-jauh hari pula saya merencanakan untuk bisa hadir di hajatan tersebut. Saya merencanakannya harus jauh-jauh hari, karena memang tidak mudah mengatur [...]
Keselarasan dalam berinteraksi ada di take and give, bukan materi bukan pula sanjung puji, juga bukan pula di tumpukan bangga diri….
Sederhana saja keselarasan itu adalah pemberian dan penerimaan rasa berupa sympathy and empathy yang kadang lebih menghujam ke relung terdalam di lubuk hati insani. Honour atau awards pun terkadang tak perlu diwujudkan dalam bentuk materi [...]
Tali rasa sudah terinstal di dalam diri manusia sejak kehadirannya di alam kandungan. Ada seutas tali yang menghubungkan antara si jabang calon bayi dengan rahim ibunya diperantarai oleh seonggok plasenta. Kemudian pd perkembangannya ketika bayi telah dilahirkan, maka jaman atau alam telah berganti dan berganti pula jalinan hubungan antara anak dan ibunya. Tidak sedekat dulu…tidak [...]
Jati Diri Bangsa adalah kandungan terdalam yang semestinya manunggal dalam jiwa tiap-tiap anak bangsa, sulitkah untuk mengembalikannya?
Sebuah pertanyaan yang tidak gampang untuk dijawab…. perlu komitmen bersama seluruh komponen bangsa. Tidak semua lapisan strata komponen bangsa ini yang menyadari adanya erosi moral bangsa ini. Sejatinya Jati Diri Bangsa ini hidup di wilayah moral dan jiwa [...]
Tak lelo-lelo lelo ledhung,
cup menengo anakku sing bagus,
yen nangis ndak ilang baguse,
Tak gadhang iso urip mulyo,
dadiyo prio sing utomo.
Ngluhurke asmane wong tuo,
dadiyo pendekaring bangsa.
Wis cup menengo anakku,
kae bulane ndadari,
koyo buto nggegilani,
lagi nggoleki cah nangis.
Tak lelo-lelo lelo ledhung,
cup meneng ojo pijer nangis,
tak emban nganggo jarit kawung,
yen nangis mundhak ibu bingung.
Tembang yang sering didendangkan ibu-ibu di pedesaan [...]
( Nenek Moyangku Petani II )
Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa petani kita dulu kala adalah tulang punggung negeri ini seperti di postingan saya sebelum ini? Jawa dwipa pernah memperoleh berkah yang sangat melimpah dari Sangyang dewi Sri, dewinya padi – simbol kemakmuran dan ketentraman, seperti diceritakan dalam catatan sejarah berikut ini.
Kemurahan Dewi Sri [...]
Negeri agraris ini, dulu kala lantang sekali… suara kecipak cangkul dan lenguhan kerbau menarik bajak bahkan membumbung mengabarkan betapa Kerta Raharjanya negeri hijau ini. Bahkan Koes Plus dengan riangnya menyanyikan pujian untuk negeri “Kolam Susu”.
Pernah ku dengar perkataan bahwa petani adalah tulang punggung negara, dari ketiak petani berhamburan bulir-bulir beras, dan “lekokan” bekas kaki [...]
Sebuah Forum Komunikasi yang secara intens memperjuangkan memperjuangkan Resolusi konflik belajar dari kejadian konflik masa lampau yang tersistematis, untuk dikembangkan bagi sarana penyadaran dan tentu saja olah data hingga kegiatan-kegiatan positif bagi para muda khususnya santri yang berkultur Nahdlatul Ulama
Recent Comments